BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sepanjang
hidupnya, manusia selalu belajar dan melakukan perubahan-perubahan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi
lingkungan (adaptasi). Hal ini adalah sesuatu yang wajar sebab semua
masyarakat/kebudayaan mempunyai dinamika (berubah). Masyarakat terus berkembang
seiring berkembangnya zaman. Perubahan-perubahan tersebut terjadi baik secara
individu maupun berkelompok. Dinamika penduduk, yaitu pertambahan dan
penurunan jumlah penduduk di suatu desa. Pertambahan penduduk akan menyebabkan
perubahan pada tempat tinggal. Tempat tinggal yang semula terpusat pada
lingkungan kerabat akan berubah atau terpancar karena suatu faktor pendorong
adanya perubahan tersebut.
Perubahan
memang terikat waktu dan tempat. Akan tetapi, karena sifatnya yang berantai,
perubahan itu tampaknya terjadi secara terus-menerus walau diselingi dimana
keadaan masyarakat mengadakan reorganisasi unsur-unsur struktur masyarakat yang
terkena perubahan. Dinamika masyarakat tersebut terjadi karena adanya Interaksi
sosial. Interaksi sosial terjadi karena adanya kontak sosial dan komunikasi. Interaksi
sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis menyangkut hubungan
antara orang-orang perorang, antar kelompok manusia, maupun antar orang
perorang dengan kelompok manusia yang menghasilkan hubungan timbal balik.
Salah
satu bukti nyata perubahan sosial tampak pada perubahan pola permukiman
masyarakat. Contohnya saja yang terjadi di Kota Pangkalan Bun, Kalimantan
Tengah, pada zaman dahulu pola permukiman warga Pangkalan Bun masih bersifat
homogen (hanya tinggal satu lingkungan dengan orang-orang satu suku) permukiman
yang bersifat homogen dan tempat tinggal yang disekeliling keluarga serumpun
dapat mempermudah interaksi atau komunikasi sehubungan dengan belum adanya
komunikasi yang canggih. Namun seiring berjalannya waktu, sekarang ini warga
Pangkalan Bun sudah membaur dan bersifat heterogen yang tidak harus berkumpul
dengan kerabat serumpunnya sehubungan dengan alat komunikasi yang sudah
canggih.
Makalah
ini membahas tentang pola permukiman masyarakat Pangkalan Bun. Perubahan pola
permukiman ditinjau dari sudut pandang
perubahan sosial budaya sebagai salah satu bidang kajian sosiologi.
1.2 Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
pola permukiman masyarakat Pangkalan Bun pada zaman dahulu ?
2. Bagaimana
pola permukiman masyarakat Pangkalan Bun sekarang ?
3. Apa
faktor yang melatarbelakangi pembentukan pola permukiman tersebut ?
4. Mengapa
terjadi perubahan pola permukiman masyarakat di Pangkalan Bun ?
BAB II
Tinjauan Pustaka
2.1 Definisi Perubahan Sosial
Para
sosiolog mencoba mendefinisikan, merumuskan prinsip-prinsip atau hukum-hukum
perubahan sosial. Banyak pengertian yang menjelaskan tentang bagaimana
perubahan sosial tersebut terjadi dalam masyarakat. Hal demikian disebabkan
karena tiap-tiap masyarakat mempunyai kondisi lingkungan sosial budaya dan alam
yang berbeda. Berikut adalah beberapa pengertian dari perubahan sosial menurut
para ahli.
a.
Gillin and Gillin
Menurut
J.L Gillin dan J.P Gillin, perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara-cara
hidup yang diterima, yang disebabkan oleh perubahan-perubahan kondisi
geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideology, maupun karena
adanya difusi dan penemuan baru dalam masyarakat tersebut.
b.
Max Weber
Berpendapat
bahwa perubahan sosial budaya adalah perubahan situasi dalam masyarakat sebagai
akibat adanya ketidaksesuaian unsur-unsur (dalam buku Sociological Writings).
c.
W. Kornblum
Berpendapat
bahwa perubahan sosial budaya adalah perubahan suatu budaya masyarakat secara
bertahap dalam jangka waktu lama
d. Selo Soemardjan
Selo
Soemardjan mengatakan bahwa perubahan sosial adalah segala perubahan pada
lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem
sosialnya. Termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola-pola
perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat tersebut.
e.
Kingsley Davis
Davis
mengartikan perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam
struktur dan fungsi masyarakat.
f.
Robert Mac Iver
Dalam
bukunya “A Textbook of Society” Iver mengatakan bahwa perubahan sosial adalah
perubahan-perubahan dalam hubungan-hubungan sosial (social relationship) atau
perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial.
g.
William F. Ogburn
William
menyatakan bahwa perubahan sosial mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material
atau non material.
h.
Ritzer, et.al (1987: 560) dalam Piotr Sztompka
Perubahan
sosial mengacu pada variasi hubungan antarindividu,kelompok, organisasi, kultur
dan masyarakat pada waktu tertentu.







